Monday, 12 April 2021

Getaran Gelombang dan Bunyi

 

 Ringkasan Materi Kelas 8 Semester 2

 Bab 10 (Getaran, Gelombang dan Bunyi dalam Kehidupan

 Sehari - hari)

 

 

Kita seringkali mendengar tentang USG. USG adalah peralatan medis yang digunakan untuk mendeteksi keadaan janin dalam kandungan. USG bekerja dengan cara memanfatkan pantulan gelombang ultrsonik yang dipancarkan ke rahim ibu hamil. Lalu, bagaimana sistem kerja dari USG? Apakah hanya gelombang bunyi saja yang bisa dimanfaatkan dalam bidang medis dan kehidupan sehari – hari? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ringkasan materi berikut dengan seksama.

 

 

a.      Getaran

      Getaran adalah gerakan bolak – balik melalui titik kesetimbangan yang energinya akan merambat dalam bentuk gelombang, contohnya bandul sederhana.


      Bandul sederhana mula – mula di posisi O, bila ditarik ke posisi A kemudian dilepas, bandul akan bergerak bolak – balik secara teratur melalui titik A-O-B-O-A dan gerakan bolak – balik ini disebut satu getaran. Ciri getaran adalah adanya simpangan terbesar (amplitudo).

      Panjang tali berpengaruh terhadap periode getar, semakin panjang tali semakin besar periode getarnya dan semakin kecil frekuensinya. Karena getaran berbanding terbalik dengan frekuensi.


 

b.     Gelombang

      Energi getaran merambat dalam bentuk gelombang, namun yang merambat hanyalah energinya, zat perantaranya tidak ikut merambat (hanya ikut bergetar). Ketika kita mendengar, getaran merambat melalui gelombang yang membawa energi sehingga sampai ke saraf yang menghubungkan dengan otak.

      Berdasar energinya, gelombang dibagi 2 yaitu gelombang mekanis dan elektromagnetik. Gelombang mekanis memerlukan perantara (medium), contohnya gelombang tali, gelombang air dan gelombang bunyi. Gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium, contohnya gelomabng cahaya.

      Berdasar arah rambat dan arah getarannya, gelombang dibagi 2 yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya, contohnya gelombang tali dan gelombang air. Berikut ilustrasi gelombang transversal :


 

 

      Panjang gelombang transversal adalah jarak antara 1 bukit dan 1 lembah (a

sampai e atau d sampai h). Panjang gelombang dilambangkan (dibaca lambda) dan satuannya meter. Simpangan terjauh dalam gelombng disebut amplitudo (bb’ atau dd’), dasar gelombang terletak pada titik terendah (d dan h), puncak gelombang terletak pada titik tertinggi (b dan f).

      Lengkungan c-d-e dan g-h-i adalah lembah gelombang. Lengkungan a-b-c dan e-f-g adalah bukit gelombang. Periode gelombang adalah waktu yang ditentukan untuk menempuh satu gelombang, satuannya sekon (s) dan lambangnya T. Frekuensi gelombang adalah jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon, lambangnya f dan satuannya hertz (Hz).

      Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya, contohnya gelombang bunyi, dapat diamati pada slinki atau pegas yang diletakkan diatas lantai. Ketika slinki digerakkan


maju-mundur secara terus menerus, gelombang merambat pada slinki yang berupa rapatan dan renggangan.

      Berikut ilustrasi gelombang longitudinal :


 

      1 gelombang longitudinal terdiri dari 1 rapatan dan 1 renggangan.

      Gelombang cahaya memiliki kecepatan 3 × 108 m/s, gelombang bunyi memiliki kecepatan 340 m/s. Cepat rambat gelombang dilambangkan

dengan       , satuan gelombang m/s.

      Cepat rambat gelombang dirumuskan dengan :

 

 

karena                  maka cepat rambat gelombang ditulis :

 

Keterangan :                        = cepat rambat gelombang (m/s)

 

= panjang gelombang (m)

 

= frekuensi gelombang (Hz)

 

= periode gelombang (s)

      Dalam medium yang sama, cepat rambat gelombang adalah tetap atau sama. Contohnya diketahui     pada tali adalah 12 m/s,     adalah 4 Hz,   maka       adalah 3 m. Jika       diperbesar menjadi 6 Hz, maka       adalah 2 m dan tetap 12 m/s.


      Pemantulan gelombang adalah membaliknya gelombang setelah mengenai penghalang, contohnya gelombang air dan gelombang tali :


(a)  : gelombang air

(b)  : gelombang tali

 

      Pada gelombang tali, gelombang yang mencapai ujung akan memberi gaya keatas pada penopang yang ada di ujung, sehingga penopang memberikan gaya yang sama tetapi berlawanan arah kebawah pada tali. Gaya tali kebawah inilah yang membangkitkan gelombang pantulan yang terbalik.

 

c.      Bunyi

      Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambatkan energi gelombang di udara sampai terdengar oleh reseptor pendengar. Bunyi ditimbulkan oleh benda – benda yang bergetar, misalnya garpu tala. Bunyi garpu tala menuju telinga dihantarkan oleh rapatan dan renggangan partikel – partikel udara.

 

      Pada waktu bunyi keluar dari garpu tala, langsung menumbuk molekul molekul udara disebelahnya yang mengakibatkan rapatan dan renggangan, demikian seterusnya hingga sampai ke telinga. Berikut gelombang bunyi yang merambat menuju telinga :



      Bunyi dapat terdengar bila ada : 1). Sumber bunyi, 2). Medium/zat perantara dan 3). Alat penerima/pendengar. Kecepatan bunyi dipengaruhi oleh suhu dan medium, dipengaruhi oleh suhu : semakin rendah suhu udara, kecepatan bunyi semakin tinggi. Hal ini menjelaskan pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas daripada siang hari.

 

        Pada siang hari, bunyi dibiaskan ke arah udara yang lebih panas (ke atas) karena suhu udara di permukaan bumi lebih dingin dibanding udara diatasnya. Pada malam hari, gelombang bunyi dipantulkan ke arah lebih rendah, karena suhu bumi lebih hangat daripada udara diatasnya.

 

      Berikut cepat rambat bunyi pada berbagai medium :

 

 

Medium                  Suhu (°C)           Cepat rambat bunyi (m/s)

Udara

0

331

Udara

15

340

Air

25

1940

Air laut

25

1530

Alumunium

20

5100

Tembaga

20

3560

Besi

20

5130

 

 

      Berdasar frekuensinya, bunyi dibagi menjadi 3 yaitu infrasonik, audiosonik dan ultrasonik. Infrasonik : frekuensinya <20 Hz, mampu didengar oleh hewan seperti jangkrik dan anjing. Audiosonik : frekuensinya 20 – 20.000 Hz, mampu didengar oleh semua makhluk hidup termasuk manusia. Ultrasonik : mampu didengar oleh hewan seperti kelelawar, lumba – lumba dan anjing.

 

      Pada manusia dewasa, suara perempuan lebih tinggi daripada laki – laki. Laki – laki memiliki nada dasar sebesar 125 Hz, perempuan mempunyai nada dasar oktaf yaitu 250 Hz. Tinggi rendahnya nada ditentukan oleh frekuensi, semakin besar frekuensinya, semakin tinggi pula nadanya, semakin kecil frekuensinya, semakin rendah pula nadanya.

 

      Faktor – faktor yang menentukan tinggi rendahnya nada pada dawai atau senar gitar yaitu :

 

1).   Panjang senar : semakin panjang senar, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.


2).    Tegangan senar : semakin besar tegangan senar, semakin semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

3).  Luas penampang senar : semakin kecil penampang senar, semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan

 

 

     


Nada adalah bunyi yang memiliki frekuensi getaran teratur, desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur. Berikut deret nada yang berlaku standar :

 

      Setiap alat musik memiliki suara yang khas yang disebut dengan kualitas bunyi (timbre). Manusia juga memiliki kualitas suara yang berbeda – beda, ada yang memiliki suara merdu atau serak. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya sebuah benda karena kesamaan frekuensi alami benda dengan frekuensi sumber getar.

 

      Resonansi terjadi pada kolom udara; bunyi akan terdengar kuat ketika

 

 

panjang kolom udara mencapai kelipatan ganjil dari panjang gelombang bunyi; contohnya pada kentongan, gamelan, alat musik pukul, alat musik  tiup dan alat musik petik atau gesek.

 

      Telinga memiliki selaput tipis yang mudah bergetar apabila diluar terdapat sumber getar, mudah beresonansi, sehingga sumber getar yang frekuensinya lebih kecil atau lebih besar dengan mudah menyebabkan selaput tipis ikut bergetar. Prinsip kerja resonansi dimanfaatkan manusia seperti memperkuat bunyi asli pada alat musik.

 

      Dampak yang merugikan dari resonansi yaitu bunyi ledakan bom dapat memecahkan kaca jendela meskipun tidak mengenai kaca, bunyi guntur juga dapat memecahkan kaca jendela meskipun tidak mengenai kaca.

 

      Hukum pemantulan bunyi :

 

1.      Arah bunyi datang, bunyi pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar

2.      Besarnya sudut datang (i) sama dengan besarnya sudut pantul (r).


      Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli : antara bunyi pantul dan bunyi asli terdengar hampir bersamaan, sehingga bunyi asli terdengar lebih keras. Contohnya apabila berbicara di ruangan kecil, lebih terdengar jelas daripada berbicara di ruang terbuka seperti lapangan.

 

       Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang sebagian terdengar bersama

– sama dengan bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas, contohnya apabila mengucapkan fisika :

 

Bunyi asli : fi-si-ka

Bunyi pantul : fi... si... ka...

Bunyi yang terdengar jelas : fi....................... ka

 

      Agar dapat menghindari terjadinya gaung, pada dinding ruangan besar dilengkapi peredam suara. Peredam suara terbuat dari karet busa, karton tebal, karpet dan bahan – bahan lain yang bersifat lunak. Biasanya dijumpai di bioskop, studio TV atau radio, aula dan studio rekaman.

 

      Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Contohnya apabila berteriak di lapangan atau lereng gunung, bunyi pantul yang terdengar sama persis seperti bunyi asli dan akan terdengar setelah bunyi asli.

 

 

d.     Mekanisme Mendengar pada Manusia

      Manusia mendengar melalui telinga. Telinga mempunyai 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Berikut struktur telinga :



      Bunyi memerlukan medium untuk merambat, pada telinga luar dan telinga tengah terisi oleh udara dan rongga telinga dalam terisi oleh cairan limfa. Berikut bagian telinga dan fungsinya :

 

 

Bagian penyusun telinga

Fungsi

Bagian luar :

Daun telinga

Mengumpulkan gelombang suara ke saluran telinga

Saluran telinga (menghasilkan minyak serumen)

Menangkap debu yang masuk ke saluran telinga

Mencegah kewan kecil masuk telinga

Bagian tengah :

Gendang telinga (mimbran timpani)

Menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran yang diteruskan ke tulang telinga

Tulang telinga (maleus/martil, inkus/landasan, stapes/sanggurdi

Meneruskan getaran dari gendang telinga ke rumah siput

Bagian dalam :

Saluran eustachius

Menghubungkan ruang telinga tengah dengan rongga mulut (faring)

Berfungsi menjaga tekanan udara antara telinga tengah dengan saluran di telinga luar agar seimbang

Tekanan udara terlalu tinggi atau rendah disalurkan ke telinga luar akan mengakibatkan gendang telinga tertekan kuat lalu sobek

Rumah siput (koklea)

Saluran berbentuk spiral yang menyerupai rumah siput Terdapat organ korti yang merupakan fonoreseptor

Organ korti berisi ribuan sel rambut yang peka terhadap tekanan getaran. Getaran akan diubah

menjadi impuls saraf didalam sel


 

rambut kemudian diteruskan ke otak.

Saluran gelang (labirin)

Terdiri atas saluran setengah lingkaran (semisirkularis) Berfungsi mengetahui posisi tubuh (alat keseimbangan)

 

        Tahapan mendengar pada manusia : lubang telinga menerima gelombang dari sumber suara → gelombang menggetarkan membran timpani getaran ditransmisikan melalui tulang martil, landasan dan sanggurdi → getaran dari tulang sanggurdi ditransmisikan melalui koklea → dalam koklea terdapat organ korti, berisi cairan sel – sel rambut yang merupakan reseptor

→ getaran diteruskan melalui saraf auditori ke otak.

 

      Berikut proses mendengar pada manusia :


 

 

e.      Mekanisme Mendengar pada Hewan

      Sistem sonar adalah sistem yang digunakan untuk mendeteksi tempat dalam melakukan pergerakan dengan deteksi suara frekuensi tinggi (ultrasonik). Sound Navigation and Ranging (sonar) merupakan metode penggunaan gelombang ultrasonik untuk menaksir ukuran, bentuk, letak dan kedalaman benda – benda. Berikut sistem sonar pada kelelawar :


 

      Kelelawar : dapat mengeluarkan dan menerima gelombang ultrasonik lebih dari 20.000 Hz ketika terbang. Gelombang yang dikeluarkan akan dipantulkan kembali oleh objek yang dilewati dan diterima oleh receiver kelelawar. Ekolokasi adalah kemampuan kelelawar menentukan lokasi.

 

      Ketika kelelawar terbang dan berburu, kelelawar menghasilkan bunyi berfrekuensi tinggi kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Ketika kelelawar mendengarkan gema, kelelawar terfokus pada suaranya sendiri. Rentang frekuensi yang mampu didengar oleh kelelawar terbatas, sehingga kelelawar harus menghindari efek dopler yang muncul.

 

      Efek dopler : jika sumber bunyi dan penerima suara keduanya tak bergerak, maka penerima akan mendengar frekuensi bunyi yang sama dengan yang dipancarkan oleh sumber suara. Namun, jika sumber bunyi atau penerima suara bergerak, frekuensi yang diterima berbeda dengan yang dipancarkan.

 

      Lumba – lumba : memiliki sistem sonar untuk menghindari benda – benda di lautan, mencari makan dan berkomunikasi. Cara kerja sistem sonarnya yaitu lumba – lumba bernapas melalui lubang yang ada di kepala, dibawah lubang ini terdapat kantung – kantung udara yang dapat dialirkan udara untuk menghasilkan bunyi berfrekuensi tinggi.

 

      Kantung udara fungsinya memfokuskan bunyi, kemudian diteruskan ke semua arah secara putus – putus. Gelombang bunyi dipantulkan kembali jika membentur benda, kemudian ditangkap bagian bawah rahang (jendela akustik), selanjutnya informasi bunyi diteruskan ke telinga tengah dan ke otak untuk diterjemahkan. Berikut sitem sonar pada lumba – lumba :


 

 

f.       Aplikasi Getaran dan Gelombang dalam Teknologi

      Ultrsonografi (USG) : teknik pencitraan untuk diagnosis menggunakan gelombang ultrasonik, frekuensinya sekitar 1-8 MHz. USG digunakan untuk melihat struktur internal seperti otot, tendon, sendi, pembuluh darah, bayi dalam kandungan, berbagai jenis penyakit seperti kanker dan sebagainya.

 

      Tahap gelombang bunyi menghasilkan gambar ada 3 yaitu pemancaran gelombang, penerimaan gelombang pantul dan interpretasi gelombang pantul. USG memancarkan berkas gelombang ultrasonik ke jaringan tubuh menggunakan alat pemancar sekaligus penerima gelombang (transducer).

 

      Selanjutnya, transducer mengubah gelombang menjadi sinyal listrik dan dihantarkan ke komputer. Komputer memproses dan mengubah sinyal listrik menjadi gambar. Berikut contoh hasil USG :


 

(a)  : transduser USG

(b)  : komputer pemroses hasil USG

(c)  : hasil USG bayi

 

      Sonar : digunakan untuk menentukan kedalaman dasar laut dengan cara memancarkan bunyi kedalam air. Data waktu dan cepat rambat bunyi di air laut digunakan untuk menghitung kedalaman dasar laut menggunakan persamaan :


 

Dengan :     s = kedalaman lautan

v = kecepatan gelombang ultrasonik t = waktu tiba gelombang ultrasonik

 

      Untuk mengukur kedalaman laut, menggunakan transduser dan detektor. Transduser mengubah sinyal listrik menjadi gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke dasar laut. Pantulan gelombang menimbulkan efek gema (echo) dan dipantulkan kembali ke kapal kemudian ditangkap detektor. Berikut contoh pengukuran kedalaman laut :


 

      Sonar banyak digunakan nelayan modern untuk menentukan lokasi ikan, kondisi ombak dan kecepatan arus air laut.

 

      Terapi Ultrasonik : terapi yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk keperluan medis. Metode yang digunakan yaitu memancarkan gelombang berfrekuensi tinggi (800 – 2000 kHz) pada jaringan tubuh; contohnya keseleo pada ligamen, keseleo pada otot, tendonitis, inflamasi sendi, osteoartritis dan memecah endapan batu pada penderita batu ginjal (lithotripsi).

 

      Berikut contoh terapi pada penderita batu ginjal :


 

      Selain itu, terapi ultrasonik untuk membersihkan gigi, penanganan penyakit katarak, kemoterapi sel – sel kanker dan sebagainya.

 

      Pembersih Ultrasonik : alat yang menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi antara 20 – 400 kHz dengan cairan pembersih atau air biasa untuk membersihkan benda seperti perhiasan, lensa, jam tangan, alat bedah, alat musik, alat laboratorium dan alat – alat elektronik tertentu. Berikut contoh pembersih ultrasonik pada benda :


 

(a)  : alat pembersih ultrasonik

(b)  : gelombang dan gelembung pembersih ultrasonik

(c)  : hasil pembersihan ultrasonik

 

      Sonifikasi (Sonifikation) : proses pemberian gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran) sehingga dapat dipecah menjadi sangat kecil. Didalam laboratorium, sonifikasi dilakukan menggunakan sonikator. Pada alat pembuatan kertas, terdapat alat yang memancarkan gelombang ultrasonik pada serat selulosa sehingga tersebar merata dan kertas menjadi lebih kuat.

 

      Sonifikasi juga digunakan dalam prosuksi nanopartikel seperti nanoemulsi dan nanokristal; mempercepat ekstraksi minyak dari jaringan tumbuhan dan pemurnian minyak bumi; merusak atau menonaktifkan material organik seperti merusak membran sel dan melepaskan isi selulernya (sonoporasi). Berikut contoh sonikator :


 

 

 

      Pengujian Ultrasonik (ultrasonic testing) : teknik pengujian berdasar penyaluran gelombang ultrasonik pada objek atau material yang diuji. Frekuensi gelombang yang digunakan sekitar 0,1 – 15 MHz. Dengan teknik pemantulan gelombang ultrasonik yang dipancarkan dalam benda, kerusakan bagian dalam benda, ketebalan dan karakteristiknya dapat diketahui.

 

      Contohnya kerusakan logam akibat korosi. Pengujian ultrasonik digunakan dalam produksi logam baja dan alumunium; produksi pesawat; automotif dan industri lainnya. Keunggulan pengujian ultrasonik yaitu daya tinggi, akurat, tidak berbahaya dan mudah dibawa.

 

 

Demikian ringkasan materi bab Getaran, Gelombang dan Bunyi dalam Kehidupan Sehari – hari semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu...

Selamat Membaca... ☺ ☺ ☺

Jangan lupa untuk terus kunjungi blog kami dan share ke temen – temen kamu ya...? ☺ ☺ ☺

Sunday, 4 April 2021

Surat pribadi dan surat dinas/resmi

  Bismillahirahmanirhahim. Asalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh


Tugas Bahasa Indonesia hari ini :

1 Buatlah surat pribadi dengan tema persahabatan.

2. Buatlah surat resmi/dinas tentang undangan rapat dalam rangka perayaan hari kemerdekaan RI.


*Kerjakan dibuku tugasmu dan diberi tanggal mengerjakan beserta identitas kalian.

*Tugas difoto kemudian kirim tugas melalui WA, terimakasih.


ttd

Akbar Suciadi, S.Pd

Monday, 29 March 2021

Bab Getaran, Gelombang dan Bunyi

 Assalamu'alaikum....

Semangat Pagi!!

Apa kabar para siswa? Semoga para siswa sekalian senantiasa dalam keadaan sehat dan mendapat perlindungan dari Allah Swt. Kita masih melanjutkan belajar di rumah, stay at home. Meskipun harus tetap tinggal di rumah, jangan menurunkan semangan belajar kalian... tetap semangat!!

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari materi ke lima yakni Getaran, Gelombang, dan Bunyi dalam Kehidupan Sehari-hari.

GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI 1

Pernahkah kamu mendengar tentang USG? USG adalah salah satu peralatan medis yang dapat digunakan untuk mendeteksi keadaan janin dalam kandungan. Alat ini bekerja dengan cara memanfaatkan pantulan gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke rahim ibu hamil. Bagaimana sistem kerja USG? Tentu kamu ingin mengetahuinya bukan? Oleh karena itu, ayo kita pelajari materi ini dengan penuh semangat!

A. Getaran, Gelombang, dan Bunyi

1. Pengertian Getaran

Getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara periodik melalui titik setimbangnya. Dalam konsep getaran dikenal beberapa besaran penting, yaitu simpangan, amplitudo, frekuensi, dan periode.

2. Amplitudo Getaran

  • Satu getaran merupakan gerak benda kembali ke suatu titik yang dipakai sebagai titik awal gerakan.
  • Simpangan adalah jarak benda yang digetarkan dari titik setimbangnya.
  • Amplitudo adalah adalah simpangan terbesar dari titik setimbang.

3. Frekuensi dan Periode Getaran

  • Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan tiap satu satuan waktu.
  • Periode getaran adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali getaran.

B. Pengertian Gelombang

Gelombang adalah getaran yang merambat dengan membawa energi dari suatu tempat ke tempat yang lain.

1. Jenis-jenis Gelombang

Berdasarkan medium perantaranya, gelombang dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambat. Contoh: gelombang pada tali, gelombang air laut, dan gelombang bunyi.

b. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat tanpa melalui medium. Contoh: gelombang cahaya, gelombang radio, dan sinar-X.

 

Berdasarkan amplitudonya, gelombang dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Gelombang berjalan adalah gelombang yang memiliki amplitudo tetap. Contoh: gelombang yang terjadi pada tali yang dihubungkan dengan pegas yang bergetar.

b. Gelombang diam (stasioner) adalah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah-ubah. Gelombang stasioner terjadi karena perpaduan antara gelombang datang dan gelombang pantul yang memiliki frekuensi dan panjang gelombang sama. Contoh: gelombang pada dawai gitar dan biola.

 

Berdasarkan arah getarnya, gelombang dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya. Gelombang transversal dapat diamati pada tali yang digerakkan ke atas dan ke bawah, akan terlihat arah getarannya adalah naik-turun sedangkan arah rambatnya menuju ke depan atau tegak lurus arah getar.

Panjang gelombang (Æ›) suatu gelombang transversal didefinisikan sebagai:

  • panjang satu lembah gelombang dan satu bukit gelombang atau
  • jarak antara dua puncak yang berdekatan atau
  • jarak antara dua lembah yang berdekatan.

Contoh gelombang transversal antara lain gelombang permukaan air, gelombang radio, dan gelombang pada tali.

b. Gelombang longitudinal adalah gelombang yang  arah getarannya berimpit dengan arah rambatnya. Pada gelombang longitudinal terdapat rapatan dan renggangan.

Panjang gelombang (Æ›) suatu gelombang longitudinal didefinisikan sebagai:

  • jarak satu rapatan dan satu renggangan atau
  • jarak antara dua rapatan yang berdekatan atau
  • jarak antara dua renggangan yang berdekatan.

 

2. Periode, Frekuensi, dan Cepat Rambat Gelombang

Gelombang merupakan getaran yang merambat. Dalam pembahasan gelombang juga dikenal istilah frekuensi, periode, panjang gelombang, dan cepat rambat gelombang.

3. Pemantulan Gelombang

Gelombang memiliki sifat atau karakteristik tertentu. Sifat gelombang tersebut antara lain:

  • dapat dibiaskan,
  • dapat terpolarisasi,
  • dapat mengalami interferensi,
  • dapat mengalami difraksi, dan
  • dapat mengalami pemantulan.

Contoh pemantulan gelombang dan pemanfaatannya adalah sebagai berikut.

  • Gelombang air laut dipantulkan oleh pantai sehingga ada gelombang air laut yang menuju ke tengah laut.
  • Gelombang bunyi dipantulkan oleh dinding atau tebing sehingga terjadi gema.
  • Pemantulan gelombang bunyi oleh dasar laut dapat dimanfaatkan untuk menentukan kedalaman laut dengan menggunakan sistem sonar.
  • Pemantulan gelombang elektromagnetik oleh suatu benda dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi benda tersebut dengan menggunakan sistem radar.

Monday, 22 February 2021

Sistem Pernapasan Manusia


Sistem Pernapasan pada Manusia

Seperti yang kita ketahui, bernapas adalah aktifitas penting dalam hidup. Saat makhluk hidup berhenti bernapas dalam kurun waktu yang cukup lama maka makhluk hidup tersebut dinyataan tidak hidup atau mati.

1. Bagian Atas

Sistem pernapasan adalah sistem organ yang berfungsi pada saat proses respirasi berlangsung. Sedangkan bernapas adalah proses keluar masuknya oksigen dari luar tubuh ke dalam tubuh menggunakan organ – organ pernapasan.

wandylee.wordpress.com

Jadi apa sajakah organ – organ tersebut?

a. Hidung

Tentunya kalian tahu ya organ yang satu ini? Berada di wilayah wajah yang sangat menentukan penampilanmu. Jika mancung kamu akan terlihat kece. Sebaliknya jika pesek bukan berarti mengganggu proses respirasi kalian ya, he he he.

Hidung merupakan tempat awal masuknya udara pernapasan. Di sinilah udara yang masuk akan disaring oleh bagian hidung lain yang berupa bulu -bulu halus yang terdapat di dalam hidung.

b. Sinus

Udara yang telah disaring oleh bulu – bulu halus di dalam hidung kemudian masuk ke sinus. Apa itu sinus? Sinus adalah rongga udara yang terletak di antara tulang tengkorak antara mata dan tulang dahi.

Lalu, apakah fungsi sinus itu? sinus berfungsi untuk mengatur kelembaban udara yang hendak masuk ke adenoid. Sehingga udara yang masuk tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

c. Adenoid

Seperti yang telah dijelaskan di atas, udara dari sinus kemudian masuk ke adenoid di mana adenoid ini merupakan kelenjar getah bening yang berada pada tenggorokan.

Apa sih fungsi adenoid? Adenoid berfungsi sebagai penyaring benda asing seperti halnya bakteri dan kuman. Selain itu, adenoid ini juga dapat memproduksi limfosit untuk membunuh kuman dan bakteri yang masuk.

d. Amandel

Amandel sering juga disebut dengan tonsil. Kata amandel lebih familier di telinga kita. Sering kita mendengar ada seseorang yang menderita amandel. Jadi amandel sendiri bukan nama penyakit, melainkan organ pernapasan yang sedang terserang sakit. Amandel atau tonsil ini berupa kelenjar getah bening yang ada pada teggorokan.

e. Faring

Faring ini merupakan organ yang bekerja sebagai organ pernapasan sekaligus pencernaan. Fungsi dari laring ini adalah sebagai saluran udara dari hidung dan mulut untuk diteruskan ke batang tenggorokan.

f. Epiglottis

Epiglottis berupa semacam katup otomatis yang akan membuka ketika udara akan masuk ke laring dan akan menutup ketika sedang makan atau minum.

Ya, sebelum lanjut ke organ sistem pernapasan selanjutnya, perlu diketahui 6 organ di atas merupakan sistem pernapasan bagian atas.

Nah, untuk sistem pernapasan bagian bawah, yuk kita simak!

2. Bagian Bawah

Setelah udara melalui organ sistem pernapasan bagian atas, udara selajutnya akan melalui organ sistem bagian bawah.

sistem pernapasan
teropong.id

Berikut organ-organnya:

a. Kotak suara atau laring

Laring merupakan tempat terletaknya pita suara. Suara yang kita hasilkan selama ini sangat ditunjang oleh organ ini ya guys! Laring terletak di bawah persimpangan faring. Udara yang masuk pada laring akan masuk di antara 2 pita suara yang berhimpitan dan menghasilkan getaran sebagai suara.

b. Batang tenggorokan

Fungsi penting dari batang tenggorokan adalah untuk mengalirkan udara dari dan keluar dari paru -paru.

c. Tulang rusuk

Apakah tulang rusuk termasuk dalam kategori organ pernapasan? Mungkin kalian pikir tidak ya, sebab tulang rusuk tidaklah dilalui udara pernapasan. Eh, tunggu dulu! Tapi tulang rusuk ini sama -sama mempunyai peran penting dalam sistem pernapasan loh!

Apa buktinya kalau tulang rusuk memiliki fungsi penting pada proses respirasi? Buktinya adalah tulang ini mampu menopang rongga dada dan melindungi organ pernapasan seperti paru -paru. Tanpa adanya tulang rusuk ini maka paru – paru akan berbenturan dengan organ bagian dalam lainnya seperti jantung dan sebagainya.

Selain itu, tulang rusuk dapat mengembang dan mengempis mengikuti gerak paru – paru sehingga paru – paru sebagai organ vital terlindungi dengan baik.

d. Paru – paru

Paru – paru merupakan organ penting dalam sistem pernapasan. Fungsinya sebagai penampung udara atau oksigen yang masuk lalu mengirimkannya ke seluruh bagian tubuh merupakan perannya yang paling utama. Bentuk dari paru – paru ini seperti spon yang kenyal dan terbagi menjadi 2 belahan.

e. Pleura

Pleura merupakan jarring tipis yang melapisi paru – paru. Pleura ini berfungsi sebagai pelumas agar paru – paru mengembang dan mengempis dengan elastis pada saat manusia sedang bernapas.

Jika terdapat masalah pada pleura ini, maka saat kita bernapas akan terasa nyeri seperti sedikit sesak dan ada yang menusuk. Lapisan pleura ini juga lah yang memisahkan paru – paru dengan dinding dada setiap manusia.

f. Alveoli

Telah kita ketahui bahwa saat bernapas maka menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Nah, alveoli inilah yang merupakan tempat bertukarnya dua zat bernama oksigen dan karbodioksida itu. Fungsi dari alveoli sendiri adalah menyerap oksigen dari udara dan menyebarkannya ke aliran darah.

g. Tabung bronkial

Tabung bronkial merupakan tempatnya sillia atau rambut- rambut yang bergerak menyerupai gelombang. Rambut ini berfungsi untuk membawa dahak dari paru – paru hingga keluar tenggorokan.

Proses itu terjadi saat kita batuk. Lendir itulah yang telah menahan kotoran, debu, kuman dan benda asing lainnya masuk ke paru – paru.

h. Diafragma

Diafragma merupakan otot yang kuat dan memisahkan antara ronnga dada dan rongga perut. Gerakan – Gerakan otot ini juga merupakan kerja organ yang penting pada sistem pernapasan.


 


Sistem Ekskresi Manusia


"Nkmti Wkt Bljrmu"





sistem eksresi merupakan suatu sistem pengeluaran zat sisa metabolisme (baik cair maupun gas) yang sudah tidak dapat digunakan lagi oleh tubuh.

Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan, karena akan menjadi racun apabila tetap di dalam tubuh. Metabolisme dapat diartikan sebagai proses kimiawi yang terdapat pada tubuh, dalam bentuk pertukaran zat, baik cair maupun gas.

Manusia memiliki empat alat eksresi yang berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dari dalam tubuh, yaitu ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.

A. Struktur Ginjal

Struktur ginjal terdiri dari tiga bagian berikut.

1. Korteks (lapisan luar) terdiri atas badan malpighi dan tubulus

a. Badan malphigi tersusun dari kapsula bowman dan glomerolus

b. Tubulus dikelilingi oleh pembuluh Tubulus yang dekat dengan badan malpighi disebut tubulus kontortus proksimal. Tubulus yang jauh dari badan malpighi disebut tubulus kontortus distal.

2. Medula (sumsum ginjal)

Sumsum ginjal terdiri dari tubulus kontortus yang bermuara pada tonjolan papila di pelvis

3. Pelvis renalis (rongga ginjal)

Saluran yang keluar dari rongga ginjal: ureter yang berfungsi menyalurkan urine ke kandung kemih. Urine dikeluarkan melalui uretra.

Proses Pembentukan Urine

1. Filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang terjadi di glomerolus, terbentuk urine primer.

2. Reabsorpsi

Reabsorbsi merupakan penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat digunakan tubu, terjadi di tubulus kontortus proksimal, terbentuk urine sekunder.

3. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sehingga terbentuk urine sesungguhnya, terjadi di tubulus kontortus distal yang kemudian disalurkan ke tubulus kolektivus menuju ke uretra.

B. Hati

Hati merupakan alat ekskresi terbesar dalam tubuh. Hati menghasilkan empedu yang mengandung zat sisa perombakan sel darah merah di dalam limpa.

C. Paru-paru

Paru-paru sebagai alat ekskresi, yaitu mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.

D. Kulit

Kulit sebagai alat ekskresi, yaitu mengeluarkan sisa metabolisme berupa air dan garam dalam bentuk keringat.

Sistem Ekskresi Manusia



Gangguan Sistem Ekskresi Manusia

Jika terjadi gangguan pada alat ekskresi maka akan menimbulkan gangguan pada sistem ekskresi pula. Tidak semua organ tubuh bekerja secara lancar terkadang ada masalah atau gangguan. Tak terkecuali dengan organ yang berperan dalam sistem ekskresi. 

Berikut gangguan pada organ sistem ekskresi : 

Gangguan pada Ginjal

Dalam sistem ekskresi ginjal berperan mengeluarkan urin hasil dari metabolisme tubuh. Jika terjadi kerusakan atau gangguan pada ginjal maka orang tersebut akan mengalami sakit seumur hidupnya. Hal ini karena ginjal merupakan organ yang tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Berikut beberapa penyakit ginjal dan gambar gangguan pada sistem ekskresi manusia.

Gagal Ginjal

Yaitu gangguan berat pada ginjal karena ginjal mengalami kerusakan atau tidak berfungsi. Karena ginjal tidak bisa melalukan fungsinya sebagai sistem ekskresi cairan maka terjadilah penumpukan cairan. Penyakit ini tidak dapat diobati karena ginjal sudah tidak bisa melakukan fungsinya. Penderita hanya bisa melakukan cuci darah dan CAPD seumur hidup.

Batu Ginjal

Yaitu terjadinya pengendapan mineral garam dan klor di dalam tubuh sehingga terbentuklah batu kecil. Penderita akan mengalami kesakitan apabila ada batu ginjal di dalam tubuh karena akan sulit untuk buang air kecil. Untuk mengobatinya yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan untuk menghancurkan batu ginjal. Jika obat tidak mempan maka harus dilakukan pembedahan berdasarkan rekomendasi dokter.

Diabetes Inspidius

Gangguan yang menyebabkan seseorang bisa mengeluarkan urin sebanyak 30 kali lipat dari jumlah yang seharusnya atau pengeluaran urin tidak bisa dikontrol. Hal ini karena terjadi penyerapan kembali mineral garam yang masih digunakan oleh tubuh. Penyerapan kembali ini dipengaruhi oleh hormon ADH. Karena hormon berkurang maka terjadilah peristiwa seperti diatas.

Nefritis

Yaitu gangguan pada ginjal yang disebabkan oleh bakteri streptococcus. Infeksi oleh bakteri ini akan menyebabkan protein tercampur dalam urin. Sehingga urin yang keluar masih mengandung protein.

Diabetes Melitus

Yaitu gangguan pada ginjal karena ginjal tidak bisa menyerap glukosa sehingga tercampur dalam urin. Ciri-cirinya yaitu urin penderita diabetes melitus akan dikeroyok oleh semut karena mengandung glukosa.

Uremia

Yaitu gangguan pada ginjal yang disebabkan mengendapnya urea dalam darah. Urea ini seharusnya keluar bersama urin. Sehingga jika tidak segera diatasi akan menyebabkan keracunan.

Gangguan pada Paru-Paru

  • Emfisema. Yaitu gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh alveolus yang mengalami pembengkakan. Akibatnya saluran napas menjadi sempit.
  • Asma. Asma disebut juga bengek. Yaitu gangguan pada paru-paru akibat adanya alergi oleh benda asing yang masuk ke hidung. Penderita akan mengalami sesak napas dan berdampak pada beberapa kondisi seperti muda lelah, sakit kepala.
  • Kanker paru-paru. Yaitu kerusakan paru-paru diakibatkan beberapa faktor. Faktor gaya hidup seperti merokok. Orang yang sering merokok akan terkena kanker paru-paru, paru-parunya berlubang. Tidak hanya perokok aktif saja tetapi perokok pasif pun bisa terkena kanker paru-paru. Perokok pasif yaitu mereka yang berada di sekitar perokok aktif yang menghirup asap rokok. Jadi sebisa mungkin kita menghindari merokok ataupun berada di sekitar perokok aktif. Selain merokok, kanker paru-paru disebabkan karena menghirup debu asbes ataupun kromium.

Gangguan pada Kulit

Berikut beberapa kelainan pada sistem ekskresi kulit :

  • Alergi. Gangguan pada kulit yang disebabkan terjadi iritasi oleh minuman, makanan atau rangsangan lain.
  • Ganren. Yaitu gangguan pada kulit yang disebabkan oleh suplai darah yang tidak berjalan lancar di pembuluh darah jaringan kulit. Sehingga menyebabkan tidak berfungsinya sel jaringan kulit.
  • Jerawat. Yaitu produksi minyak yang berlebihan dan terkena infeksi bakteri.

Gangguan pada Hati

Berikut beberapa penyakit pada sistem ekskresi hati :

  • Hepatitis. Yaitu peradaran dan pembengkakan pada hati. Hepatitis dibedakan menjadi hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis B lebih berbahaya dibanding hepatitis A. Penyakit ini termasuk kategori penyakit berbahaya jika terlambat ditangani bahkan bisa menyebabkan kanker hati.
  • Penyakit Wilson. Yaitu gangguan pada hati disebabkan oleh gen yang kadar tembaga di dalam tubuh berlebih. Sehingga fungsi hati mengalami gangguan.
  • Sirosis. Yaitu penyakit pada hati yang ditandai munculnya guratan-guratan. Jika sudah terkena sirosis maka hati tidak bisa berfungsi lagi.
  • Penyakit kuning. Penyakit pada hati yang menyebabkan warna kekuningan di seluruh tubuh. Hal ini karena terjadi penyumbatan saluran empedu atau gangguan pada metabolisme bilirubin. Cairan empedu yang seharunya dialirkan ke usus dua belas jari justru masuk kembali ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning.

Kita harus mengetahui apa saja penyakit pada sistem ekskresi dan cara pencegahannya. Agar kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit di atas. Kalian bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya  tentang gangguan pada sistem ekskresi pada manusia dan upaya untuk mencegahnya atau menanggulanginya.

Tugas :

1. Kerjakan soal pilihan ganda pada Lks halaman 29-31, kerjakan di buku/lks kalian.

Sunday, 7 February 2021

PELAJARAN BAHASA INDONESIA

 

Pembelajaran Online Bahasa Indonesia :    

8 Februari 2021


Bab Teks Prosedur 


Buatlah langkah-langkah dalam mencangkok tanaman di lingkungan rumah. tulislah di buku tulis kemudian dikirim ke guru Bahasa Indonesia.

hasil tugas bisa berupa rekaman suara atau bentuk tulisan kemudian difoto lalu dikirim ke kami.Terimakasih


Daftar siswa yg sudah mengerjakan tugas :

KELAS 7F :

1. Kesa Dias lestari.21

2. Fadila Puspita Sari 17

3. Khoirul 22

4. Desrain violin hariyanto 15

5. Anantasya wijayati 05

6. Mutiara Sekar Ayu 23

7. Avril leviana 9

8. Avril leviani 10


KELAS 7 E :

1. Ismail Khoirul ikhsan 16 7E

2. CIKA JESIKA  9 7E

3. ALVIAN SAWALUDHIN BAGOS ASMORO  03


Monday, 1 February 2021

Daftar Siswa yang Mengerjakan Tugas IPA

 Daftar siswa yang sudah mengerjakan Ulangan Bab Tekanan :


Tambahan update mengerjakan tugas hari ini :

1. Clarita Esa 8 kelas 8c




Bagi yang belum segera kerjakan nak!