Monday, 22 February 2021

Sistem Pernapasan Manusia


Sistem Pernapasan pada Manusia

Seperti yang kita ketahui, bernapas adalah aktifitas penting dalam hidup. Saat makhluk hidup berhenti bernapas dalam kurun waktu yang cukup lama maka makhluk hidup tersebut dinyataan tidak hidup atau mati.

1. Bagian Atas

Sistem pernapasan adalah sistem organ yang berfungsi pada saat proses respirasi berlangsung. Sedangkan bernapas adalah proses keluar masuknya oksigen dari luar tubuh ke dalam tubuh menggunakan organ – organ pernapasan.

wandylee.wordpress.com

Jadi apa sajakah organ – organ tersebut?

a. Hidung

Tentunya kalian tahu ya organ yang satu ini? Berada di wilayah wajah yang sangat menentukan penampilanmu. Jika mancung kamu akan terlihat kece. Sebaliknya jika pesek bukan berarti mengganggu proses respirasi kalian ya, he he he.

Hidung merupakan tempat awal masuknya udara pernapasan. Di sinilah udara yang masuk akan disaring oleh bagian hidung lain yang berupa bulu -bulu halus yang terdapat di dalam hidung.

b. Sinus

Udara yang telah disaring oleh bulu – bulu halus di dalam hidung kemudian masuk ke sinus. Apa itu sinus? Sinus adalah rongga udara yang terletak di antara tulang tengkorak antara mata dan tulang dahi.

Lalu, apakah fungsi sinus itu? sinus berfungsi untuk mengatur kelembaban udara yang hendak masuk ke adenoid. Sehingga udara yang masuk tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

c. Adenoid

Seperti yang telah dijelaskan di atas, udara dari sinus kemudian masuk ke adenoid di mana adenoid ini merupakan kelenjar getah bening yang berada pada tenggorokan.

Apa sih fungsi adenoid? Adenoid berfungsi sebagai penyaring benda asing seperti halnya bakteri dan kuman. Selain itu, adenoid ini juga dapat memproduksi limfosit untuk membunuh kuman dan bakteri yang masuk.

d. Amandel

Amandel sering juga disebut dengan tonsil. Kata amandel lebih familier di telinga kita. Sering kita mendengar ada seseorang yang menderita amandel. Jadi amandel sendiri bukan nama penyakit, melainkan organ pernapasan yang sedang terserang sakit. Amandel atau tonsil ini berupa kelenjar getah bening yang ada pada teggorokan.

e. Faring

Faring ini merupakan organ yang bekerja sebagai organ pernapasan sekaligus pencernaan. Fungsi dari laring ini adalah sebagai saluran udara dari hidung dan mulut untuk diteruskan ke batang tenggorokan.

f. Epiglottis

Epiglottis berupa semacam katup otomatis yang akan membuka ketika udara akan masuk ke laring dan akan menutup ketika sedang makan atau minum.

Ya, sebelum lanjut ke organ sistem pernapasan selanjutnya, perlu diketahui 6 organ di atas merupakan sistem pernapasan bagian atas.

Nah, untuk sistem pernapasan bagian bawah, yuk kita simak!

2. Bagian Bawah

Setelah udara melalui organ sistem pernapasan bagian atas, udara selajutnya akan melalui organ sistem bagian bawah.

sistem pernapasan
teropong.id

Berikut organ-organnya:

a. Kotak suara atau laring

Laring merupakan tempat terletaknya pita suara. Suara yang kita hasilkan selama ini sangat ditunjang oleh organ ini ya guys! Laring terletak di bawah persimpangan faring. Udara yang masuk pada laring akan masuk di antara 2 pita suara yang berhimpitan dan menghasilkan getaran sebagai suara.

b. Batang tenggorokan

Fungsi penting dari batang tenggorokan adalah untuk mengalirkan udara dari dan keluar dari paru -paru.

c. Tulang rusuk

Apakah tulang rusuk termasuk dalam kategori organ pernapasan? Mungkin kalian pikir tidak ya, sebab tulang rusuk tidaklah dilalui udara pernapasan. Eh, tunggu dulu! Tapi tulang rusuk ini sama -sama mempunyai peran penting dalam sistem pernapasan loh!

Apa buktinya kalau tulang rusuk memiliki fungsi penting pada proses respirasi? Buktinya adalah tulang ini mampu menopang rongga dada dan melindungi organ pernapasan seperti paru -paru. Tanpa adanya tulang rusuk ini maka paru – paru akan berbenturan dengan organ bagian dalam lainnya seperti jantung dan sebagainya.

Selain itu, tulang rusuk dapat mengembang dan mengempis mengikuti gerak paru – paru sehingga paru – paru sebagai organ vital terlindungi dengan baik.

d. Paru – paru

Paru – paru merupakan organ penting dalam sistem pernapasan. Fungsinya sebagai penampung udara atau oksigen yang masuk lalu mengirimkannya ke seluruh bagian tubuh merupakan perannya yang paling utama. Bentuk dari paru – paru ini seperti spon yang kenyal dan terbagi menjadi 2 belahan.

e. Pleura

Pleura merupakan jarring tipis yang melapisi paru – paru. Pleura ini berfungsi sebagai pelumas agar paru – paru mengembang dan mengempis dengan elastis pada saat manusia sedang bernapas.

Jika terdapat masalah pada pleura ini, maka saat kita bernapas akan terasa nyeri seperti sedikit sesak dan ada yang menusuk. Lapisan pleura ini juga lah yang memisahkan paru – paru dengan dinding dada setiap manusia.

f. Alveoli

Telah kita ketahui bahwa saat bernapas maka menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Nah, alveoli inilah yang merupakan tempat bertukarnya dua zat bernama oksigen dan karbodioksida itu. Fungsi dari alveoli sendiri adalah menyerap oksigen dari udara dan menyebarkannya ke aliran darah.

g. Tabung bronkial

Tabung bronkial merupakan tempatnya sillia atau rambut- rambut yang bergerak menyerupai gelombang. Rambut ini berfungsi untuk membawa dahak dari paru – paru hingga keluar tenggorokan.

Proses itu terjadi saat kita batuk. Lendir itulah yang telah menahan kotoran, debu, kuman dan benda asing lainnya masuk ke paru – paru.

h. Diafragma

Diafragma merupakan otot yang kuat dan memisahkan antara ronnga dada dan rongga perut. Gerakan – Gerakan otot ini juga merupakan kerja organ yang penting pada sistem pernapasan.


 


Sistem Ekskresi Manusia


"Nkmti Wkt Bljrmu"





sistem eksresi merupakan suatu sistem pengeluaran zat sisa metabolisme (baik cair maupun gas) yang sudah tidak dapat digunakan lagi oleh tubuh.

Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan, karena akan menjadi racun apabila tetap di dalam tubuh. Metabolisme dapat diartikan sebagai proses kimiawi yang terdapat pada tubuh, dalam bentuk pertukaran zat, baik cair maupun gas.

Manusia memiliki empat alat eksresi yang berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dari dalam tubuh, yaitu ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.

A. Struktur Ginjal

Struktur ginjal terdiri dari tiga bagian berikut.

1. Korteks (lapisan luar) terdiri atas badan malpighi dan tubulus

a. Badan malphigi tersusun dari kapsula bowman dan glomerolus

b. Tubulus dikelilingi oleh pembuluh Tubulus yang dekat dengan badan malpighi disebut tubulus kontortus proksimal. Tubulus yang jauh dari badan malpighi disebut tubulus kontortus distal.

2. Medula (sumsum ginjal)

Sumsum ginjal terdiri dari tubulus kontortus yang bermuara pada tonjolan papila di pelvis

3. Pelvis renalis (rongga ginjal)

Saluran yang keluar dari rongga ginjal: ureter yang berfungsi menyalurkan urine ke kandung kemih. Urine dikeluarkan melalui uretra.

Proses Pembentukan Urine

1. Filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang terjadi di glomerolus, terbentuk urine primer.

2. Reabsorpsi

Reabsorbsi merupakan penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat digunakan tubu, terjadi di tubulus kontortus proksimal, terbentuk urine sekunder.

3. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sehingga terbentuk urine sesungguhnya, terjadi di tubulus kontortus distal yang kemudian disalurkan ke tubulus kolektivus menuju ke uretra.

B. Hati

Hati merupakan alat ekskresi terbesar dalam tubuh. Hati menghasilkan empedu yang mengandung zat sisa perombakan sel darah merah di dalam limpa.

C. Paru-paru

Paru-paru sebagai alat ekskresi, yaitu mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.

D. Kulit

Kulit sebagai alat ekskresi, yaitu mengeluarkan sisa metabolisme berupa air dan garam dalam bentuk keringat.

Sistem Ekskresi Manusia



Gangguan Sistem Ekskresi Manusia

Jika terjadi gangguan pada alat ekskresi maka akan menimbulkan gangguan pada sistem ekskresi pula. Tidak semua organ tubuh bekerja secara lancar terkadang ada masalah atau gangguan. Tak terkecuali dengan organ yang berperan dalam sistem ekskresi. 

Berikut gangguan pada organ sistem ekskresi : 

Gangguan pada Ginjal

Dalam sistem ekskresi ginjal berperan mengeluarkan urin hasil dari metabolisme tubuh. Jika terjadi kerusakan atau gangguan pada ginjal maka orang tersebut akan mengalami sakit seumur hidupnya. Hal ini karena ginjal merupakan organ yang tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Berikut beberapa penyakit ginjal dan gambar gangguan pada sistem ekskresi manusia.

Gagal Ginjal

Yaitu gangguan berat pada ginjal karena ginjal mengalami kerusakan atau tidak berfungsi. Karena ginjal tidak bisa melalukan fungsinya sebagai sistem ekskresi cairan maka terjadilah penumpukan cairan. Penyakit ini tidak dapat diobati karena ginjal sudah tidak bisa melakukan fungsinya. Penderita hanya bisa melakukan cuci darah dan CAPD seumur hidup.

Batu Ginjal

Yaitu terjadinya pengendapan mineral garam dan klor di dalam tubuh sehingga terbentuklah batu kecil. Penderita akan mengalami kesakitan apabila ada batu ginjal di dalam tubuh karena akan sulit untuk buang air kecil. Untuk mengobatinya yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan untuk menghancurkan batu ginjal. Jika obat tidak mempan maka harus dilakukan pembedahan berdasarkan rekomendasi dokter.

Diabetes Inspidius

Gangguan yang menyebabkan seseorang bisa mengeluarkan urin sebanyak 30 kali lipat dari jumlah yang seharusnya atau pengeluaran urin tidak bisa dikontrol. Hal ini karena terjadi penyerapan kembali mineral garam yang masih digunakan oleh tubuh. Penyerapan kembali ini dipengaruhi oleh hormon ADH. Karena hormon berkurang maka terjadilah peristiwa seperti diatas.

Nefritis

Yaitu gangguan pada ginjal yang disebabkan oleh bakteri streptococcus. Infeksi oleh bakteri ini akan menyebabkan protein tercampur dalam urin. Sehingga urin yang keluar masih mengandung protein.

Diabetes Melitus

Yaitu gangguan pada ginjal karena ginjal tidak bisa menyerap glukosa sehingga tercampur dalam urin. Ciri-cirinya yaitu urin penderita diabetes melitus akan dikeroyok oleh semut karena mengandung glukosa.

Uremia

Yaitu gangguan pada ginjal yang disebabkan mengendapnya urea dalam darah. Urea ini seharusnya keluar bersama urin. Sehingga jika tidak segera diatasi akan menyebabkan keracunan.

Gangguan pada Paru-Paru

  • Emfisema. Yaitu gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh alveolus yang mengalami pembengkakan. Akibatnya saluran napas menjadi sempit.
  • Asma. Asma disebut juga bengek. Yaitu gangguan pada paru-paru akibat adanya alergi oleh benda asing yang masuk ke hidung. Penderita akan mengalami sesak napas dan berdampak pada beberapa kondisi seperti muda lelah, sakit kepala.
  • Kanker paru-paru. Yaitu kerusakan paru-paru diakibatkan beberapa faktor. Faktor gaya hidup seperti merokok. Orang yang sering merokok akan terkena kanker paru-paru, paru-parunya berlubang. Tidak hanya perokok aktif saja tetapi perokok pasif pun bisa terkena kanker paru-paru. Perokok pasif yaitu mereka yang berada di sekitar perokok aktif yang menghirup asap rokok. Jadi sebisa mungkin kita menghindari merokok ataupun berada di sekitar perokok aktif. Selain merokok, kanker paru-paru disebabkan karena menghirup debu asbes ataupun kromium.

Gangguan pada Kulit

Berikut beberapa kelainan pada sistem ekskresi kulit :

  • Alergi. Gangguan pada kulit yang disebabkan terjadi iritasi oleh minuman, makanan atau rangsangan lain.
  • Ganren. Yaitu gangguan pada kulit yang disebabkan oleh suplai darah yang tidak berjalan lancar di pembuluh darah jaringan kulit. Sehingga menyebabkan tidak berfungsinya sel jaringan kulit.
  • Jerawat. Yaitu produksi minyak yang berlebihan dan terkena infeksi bakteri.

Gangguan pada Hati

Berikut beberapa penyakit pada sistem ekskresi hati :

  • Hepatitis. Yaitu peradaran dan pembengkakan pada hati. Hepatitis dibedakan menjadi hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis B lebih berbahaya dibanding hepatitis A. Penyakit ini termasuk kategori penyakit berbahaya jika terlambat ditangani bahkan bisa menyebabkan kanker hati.
  • Penyakit Wilson. Yaitu gangguan pada hati disebabkan oleh gen yang kadar tembaga di dalam tubuh berlebih. Sehingga fungsi hati mengalami gangguan.
  • Sirosis. Yaitu penyakit pada hati yang ditandai munculnya guratan-guratan. Jika sudah terkena sirosis maka hati tidak bisa berfungsi lagi.
  • Penyakit kuning. Penyakit pada hati yang menyebabkan warna kekuningan di seluruh tubuh. Hal ini karena terjadi penyumbatan saluran empedu atau gangguan pada metabolisme bilirubin. Cairan empedu yang seharunya dialirkan ke usus dua belas jari justru masuk kembali ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning.

Kita harus mengetahui apa saja penyakit pada sistem ekskresi dan cara pencegahannya. Agar kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit di atas. Kalian bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya  tentang gangguan pada sistem ekskresi pada manusia dan upaya untuk mencegahnya atau menanggulanginya.

Tugas :

1. Kerjakan soal pilihan ganda pada Lks halaman 29-31, kerjakan di buku/lks kalian.

Sunday, 7 February 2021

PELAJARAN BAHASA INDONESIA

 

Pembelajaran Online Bahasa Indonesia :    

8 Februari 2021


Bab Teks Prosedur 


Buatlah langkah-langkah dalam mencangkok tanaman di lingkungan rumah. tulislah di buku tulis kemudian dikirim ke guru Bahasa Indonesia.

hasil tugas bisa berupa rekaman suara atau bentuk tulisan kemudian difoto lalu dikirim ke kami.Terimakasih


Daftar siswa yg sudah mengerjakan tugas :

KELAS 7F :

1. Kesa Dias lestari.21

2. Fadila Puspita Sari 17

3. Khoirul 22

4. Desrain violin hariyanto 15

5. Anantasya wijayati 05

6. Mutiara Sekar Ayu 23

7. Avril leviana 9

8. Avril leviani 10


KELAS 7 E :

1. Ismail Khoirul ikhsan 16 7E

2. CIKA JESIKA  9 7E

3. ALVIAN SAWALUDHIN BAGOS ASMORO  03


Monday, 1 February 2021

Daftar Siswa yang Mengerjakan Tugas IPA

 Daftar siswa yang sudah mengerjakan Ulangan Bab Tekanan :


Tambahan update mengerjakan tugas hari ini :

1. Clarita Esa 8 kelas 8c




Bagi yang belum segera kerjakan nak!